agen casino online terpercaya

agen casino,casino online,casino terpercaya,agen casino online,casino online terpercaya

Manchester United selalu menjadi rumah bagi pemain terbaik

Manchester United selalu menjadi rumah bagi pemain terbaik dari berbagai belahan dunia. Ada banyak pemain yang mampu meraih kesuksesan di sana.

Setan Merah juga kerap dadu online mencari talenta-talenta dari Amerika Selatan, seperti Argentina, Uruguay, hingga Brasil. Namun, rekam jejak sejarah menunjukkan Manchester United kerap kurang beruntung saat memakai jasa pemain-pemain asal Brasil.

Padahal Brasil dikenal sebagai gudangnya pemain berkualitas. Para pemain Brasil juga sudah terbiasa melanglangbuana ke berbagai liga ternama dunia, termasuk Premier League.

Tak sedikit pemain Brasil yang samuderapoker mendulang keberhasilan di klub-klub Eropa, sebut saja Ronaldo Nazario, Robinho, Rivaldo, Ronaldinho, Kaka, dan sebagainya.

Di Old Trafford ceritanya berbeda. Hanya tujuh pemain Brasil yang tercatat pernah memperkuat Manchester United. Tak ada benar-benar tampil spesial.

Berikut ini rangking pemain Brasil di Manchester United, dari yang terburuk sampai terbaik, seperti dilansir Planet Football.

Rodrigo Possebon dianggap pemain berprospek tinggi ketika gabung Manchester United pada 2008. Namun, dia tak pernah benar-benar pulih dari tekel Emmanuel Pogatetz yang bikin syok di ajang Piala Liga.

Dia hanya tampil delapan kali bersama tim senior selama 2,5 tahun di Old Traford. Possebon kemudian kembali ke Brasil untuk memperkuat Santos pada 2010.

Sang gelandang baru-baru ini memperkuat klub Vietnam di Ho Chi Minh City, pada 2018. Namun, dia dilepas hanya sebulan setelah gabung klub tersebut.

Kleberson tiba di Old Trafford dari Atletico Paranaense 12 bulan setelah menjuarai Piala Dunia 2002 bersama Timnas Brasil. Saat itu, dia juga diminati beberapa klub besar Eropa lainnya.

Dia langsung mengalami cedera pada penampilan kedua bersama Setan Merah. Sang gelandang kemudian mencatatkan 28 laga lain dalam dua musim sebelum dilepas ke Besiktas.

“Di Manchester United saya mengalami momen-momen yang berat. Saya sering cedera dan sangat kesulitan. Itu momen yang sulit,” kata Kleberson kepada Manchester Evening News pada 2019.

Andrea Pereira hijrah ke Manchester United sejak berusia 16 tahun. Dia melakoni debut di tim utama saat Setan Merah keok 0-4 dari MK Dons pada 2014.

Sang gelandang sempat menjalani peminjaman selama dua musim di klub La Liga, Granada, sebelum kembali ke Old Trafford pada 2018.

Namun, sejak kembali Pereira belum juga menunjukkan kualitas yang istimewa. Kini, masa depannya menjadi tanda tanya sejak kedatangkan Bruno Fernandes pada Januari 2020.

Fabio mendarat di Manchester United dari Fluminense pada 2008, berbarengan dengan saudara kembarnya, Rafael. Kedua pemain sempat digadang-gadang sebagai penerus Gary Neville dan Patrice Evra.

Meskipun dinilai punya prospek cerah di Old Trafford, Fabio gagal mengamankan posisi secara reguler di tim utama. Penyebabnya, Evra masih konsisten di sektor bek kiri.

Pemain Brasil itu membukukan 50 penampilan bersama Setan Merahh, termasuk pada final Liga Champions 2011 kontra Barcelona. Dia kemudian dijual ke Cardiff City pada 2014.

Fred awalnya menempati posisi lebih bawah pada daftar ini beberapa bulan lalu. Namun, sang gelandang menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa waktu terakhir sebelum kompetisi Premier League dihentikan karena pandemi virus corona.

Awalnya Fred menjalani tahun pertamanya di United dengan buruk. Kini, dia menjadi salah satu pemain kunci Ole Gunnar Solskjaer dan mulai menunjukkan bukti mengapa layak dihargai 52 juta pounds saat MU merekrutnya.

“Dia cukup fantastis beberapa saat terakhir dan saya yakin masih bisa lebih baik lagi. Dia ingin terus berkembang, terus belajar, dan makin baik,” kata asisten pelatih Manchester United, Michael Carrick di situs resmi klub.

Anderson langsung moncer pada musim debutnya di Manchester United. Dia bahkan ikut menjadi pahlawan setelah mencetak gol saat adu penalti pada final Liga Champions 2008 kontra Chelsea.

Sayangnya, cedera merecoki kariernya di Old Trafford. Anderson jadi kesulitan mengeluarkan penampilan terbaiknya.

Meskipun demikian, selama delapan musim di Manchester United Anderson berhasil mengoleksi empat gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions.

Rafael lebih sukses di Manchester United ketimbang saudara kembarnya, Fabio. Dia mampu mengambil alih posisi bek kiri Setan Merah setelah Gary Neville pensiun.

Pemain Brasil itu membantu Red Devils memenangi tiga gelar Premier League, serta bisa mencuri hati suporter berkat gairah serta permainan agresifnya.Manchester United selalu menjadi

Setelah Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Rafael kehilangan posisinya. Dia tak mendapat kepercayaan dari David Moyes dan Louis van Gaal, kemudin dijual ke Lyon pada 2015.

Copyright © agen judi|powered by agen judi casino Frontier Theme